Hakikat Kehidupan

Feb 26, 2024

Hari berganti hari. Waktu berjalan tak pernah berhenti.

Apa sebenarnya yang kita cari?

Kalau kita cermati di dalam kehidupan dunia ini, ternyata, ada dua hal yang kita hadapi. Yaitu: ada kalanya kita meninggalkan dunia atau dunia yang meninggalkan kita.

Bila kenikmatan hidup dunia ini kita identikkan dengan keluarga, kekayaan, dan atau jabatan, sewaktu-waktu, semua kenikmatan itu pasti kita tinggalkan.

Ternyata, kehidupan ini tak ubahnya laksana beberapa tetes air yang melekat di jari setelah dicelupkan di samudra luas. Sangat sedikit sekali dibandingkan dengan akhirat yang kekal dan abadi.

Sebagai orang yang beriman, kita meyakini adanya hari akhir dan kehidupan setelah kematian. Kehidupan setelah kematian itulah yang hakiki dan sejati.

Allah berfirman dalam Surah Al Ankabut 64, "Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah senda gurau dan permainan. Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya seandainya mereka mengetahui."

Pertanyaan yang mendasar bagi kita: apa yang telah kita siapkan untuk kehidupan yang tak berujung itu?

Allah sudah mengingatkan kita dalam Surah Hasyr: 18, "Hai orang-orang yang beriman. Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Dunia ini bukan tujuan. Hanya persinggahan.

Seserius apapun kita berusaha mendapatkan harta benda duniawi dan sebanyak apapun yang sudah kita kumpulkan, semuanya akan kita tinggalkan. Hanya amal baik yang akan menyertai kita dalam perjalanan panjang setelah kematian.

Kita tidak diperintahkan untuk meninggalkan kehidupan dunia. Sama sekali tidak.

Kita hanya diingatkan agar tidak salah tujuan. Itu saja.

Orang yang cerdas adalah orang yang mendapatkan begitu banyak harta benda duniawi, namun semuanya itu digunakan untuk kepentingan ukhrawinya.

Dunia dapat, akhirat siap.

"Bukanlah orang yang terbaik yang meninggalkan dunia untuk akhirat maupun meninggalkan akhirat untuk dunia. Orang yang terbaik adalah orang yang mendapatkan keduanya secara proporsional." (HR. Ibnu Asakir)

Semoga Allah SWT selalu membimbing kita dalam perjalanan menuju kehidupan yang hakiki. Aamiin.

Oleh Ustaz Nasiruddin Al Bajuri, S.Th. I, M. Ag., Dewan Pengawas Syariah LMI (Lembaga Manajemen Infaq)

Sumber image: Image by pikisuperstar on Freepik

---

Lembaga Manajemen Infaq (LMI) menjalankan proyek-proyek kebaikan sebagai jalan ke surga-Nya dan sebagai bekal & tabungan akhirat melalui platform infak.in dan wakafo.org

---

Tulisan ini tersimpan di Edukasi - Lembaga Manajemen Infaq (LMI)