Istikamah Mengerjakan Amalan Ramadan di Luar Ramahan

May 19, 2023

Ramadan memang sudah selesai tapi bukan berarti ibadah yang biasa dilakukan di bulan Ramadan juga ikut selesai. Justru salah satu tanda diterimanya ibadah di bulan Ramadan adalah ketika ibadah tersebut masih terus berlanjut setelah Ramadan.

Di Ramadan, kita selalu melaksanakan shalat tarawih, maka di luar Ramadan, kita lanjutkan dengan Qiyamul Lail (Shalat Malam). Begitu pula dengan ibadah lain, seperti membaca Quran, bersedekah, berpuasa, dan lain sebagainya, harus tetap kita pertahankan setelah Ramadan usai.

Ada sebagian orang yang salah paham dengan menganggap bahwa ibadah di Syawal seharusnya lebih meningkat daripada Ramadan.

Tentu tidak harus demikian. Bisa dikatakan tidak ada orang yang ibadahnya di Syawal lebih baik daripada Ramadan.

Ramadan itu ibarat bulan pelatihan yang menuntut agar ibadah kita sesuah Ramadan lebih baik daripada sebelum Ramadan. Jadi perbandingannya adalah Syakban dan Syawal. Ramadan sudah bisa dikatakan berhasil ketika ibadah kita di Syawal mengalami peningkatan daripada di Syakban.

Istikamah

Ibadah yang paling disukai oleh Allah swt. adalah ibadah yang dilakukan dengan istikamah.

Rasulullah saw bersabda, "Sebaik-baik amal adalah yang dilakukan secara istikamah meskipun sedikit."

Oleh karena itu, penting menanamkan komitmen dalam hati untuk selalu mengistikamahkan ibadah setelah Ramadan. Puasa sunah, shalat berjamaah, shalat sunah, membaca Quran, dan bersedekah harus tetap menjadi rutinitas kita setelah Ramadan.

Ramadan melatih kita juga untuk berhati-hati.

Kita masih ingat ketika berkumur satu kali di siang hari Ramadan, kita meludahkannya beberapa kali untuk memastikan tidak ada air setetespun yang masuk ke dalam tenggorokan. Padahal, meskipun menelannya, tidak ada orang lain yang dirugikan dan tidak ada orang yang tahu, tapi kita tetap tidak berani melakukan karena yakin bahwa Allah swt. melihat kita.

Jika sikap hati-hati hal di atas dapat kita aplikasikan dalam tindakan yang lebih luas, tentu tidak akan ada sesuap pun makanan haram yang masuk ke dalam perut kita.

Jika ada orang yang berpuasa, namun masih korupsi, menipu, dan memperdaya orang lain, sebenarnya dia tidak pernah berpuasa. Dia hanya tidak makan dan tidak minum.

Rasulullah saw bersabda, "Banyak orang yang berpuasa namun hanya mendapatkan haus dan dahaga."

Semoga puasa kita benar-benar bermakna.

Oleh Ustadz Nasiruddin Al Bajuri, S.Th. I, M. Ag., Dewan Pengawas Syariah Laznas LMI

Sumber gambar: Image by desEYEns on Freepik

---

Lembaga Manajemen Infaq (LMI) menjalankan proyek-proyek kebaikan sebagai jalan ke surga-Nya dan sebagai bekal & tabungan akhirat melalui platform infak.in dan wakafo.org

---

Tulisan ini tersimpan di Edukasi - Lembaga Manajemen Infaq (LMI)