Ujub Menghancurkan Amal

Mar 21, 2023

Islam tidak hanya menuntut kita untuk melakukan perbuatan baik, tetapi juga mewajibkan kita merawat perbuatan baik tersebut dengan cara ikhlas dan menjauhkan diri dari sifat ujub (sombong), riyak (pamer), dan sumah (menonjolkan).

Perbuatan baik yang tidak didasari dengan ikhlas tidak ubahnya seperti bangunan dengan pondasi yang rapuh sehingga rawan roboh ketika diterpa angin kencang. Demikian halnya dengan perbuatan baik. Jika tidak didasari dengan ikhlas, boleh jadi tergerus dan hilang tanpa bekas.

Dalam sejarahnya, iblis adalah makhluk yang ahli ibadah sebagaimana malaikat. Ia berhasil menghambakan diri kepada Allah, tapi gagal mengatasi kesombongan dalam dirinya sehingga merasa lebih baik daripada makhluk Allah yang lain. Akibatnya, Allah mengusir iblis dari surga dan berubah menjadi golongan terlaknat.

Ujub artinya adalah kebanggaan yang berlebihan terhadap diri sendiri terutama di dalam menilai kelebihan diri, perbuatan baik, dan amal saleh. Ujub merupakan senjata ampuh yang digunakan setan untuk menggoda para ahli ibadah dan ulama. Orang yang ahli ibadah akan selalu mendapatkan bisikan dari setan agar menganggap ibadahnya adalah yang paling baik dan derajatnya di sisi Allah paling mulia.

Tidak heran jika kita sering menemukan orang yang menganggap dirinya paling takwa. Sementara, yang lain dianggapnya berlumur dosa.

Ulama yang memiliki ilmu tinggi juga digoda oleh setan agar menganggap dirinya paling alim. Kebanggaan atas ilmu yang dimiliki juga mengakibatkan lahirnya sifat ujub, merasa paling benar. Sementara, orang lain dianggap bodoh.

Sifat itu akan menyebabkan seseorang tidak bisa menerima nasihat.

Abu Ishaq al-Syirazi pernah dipenjara bersama dengan ayahnya. Saat malam mereka berdua bangun untuk menunaikan shalat, lalu Abu Ishaq berkata, "Orang-orang fasik ini tidak ada yang bangun untuk shalat".

Sang ayah menasihati, "Nak. Seandainya kamu tidur, itu masih lebih baik daripada menganggap hina orang lain. Keistikamahanmu tidak membuatmu berhak meremehkan mereka. Ketika Allah memilihmu menjadi orang baik, bukan berarti kamu itu istimewa. Itu semata-mata rahmat-Nya yang bisa saja tidak diberikan lagi kepadamu."

Allah Swt. berfirman, "Janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia lebih mengetahui siapa yang bertakwa." (An Najm: 32).

Oleh Ustadz Nasiruddin Al Bajuri, S.Th. I, M. Ag., Dewan Pengawas Syariah Laznas LMI

Sumber gambar: Image by 8photo on Freepik

---

Lembaga Manajemen Infaq (LMI) menjalankan proyek-proyek kebaikan sebagai jalan ke surga-Nya dan sebagai bekal & tabungan akhirat melalui platform infak.in dan wakafo.org

---

Tulisan ini tersimpan di Edukasi - Lembaga Manajemen Infaq (LMI)